TAKING LIVES Bintang : Angelina Jolie, Ethan Hawke, Kiefer Sutherland Sutradara : D.J. Caruso Produksi : Warner Bros. Kategori : Thriller RESENSI: Setelah mengeksplorasi perihal pembunuhan dan FBI dalam "The Salton Sea" (2002) yang dibintangi Val Kilmer, D.J. Caruso yang sejak tahun 1995 hingga 2002 tak pernah absen menjalani aktivitas sebagai sutradara - sebagian besar adalah untuk serial TV - kembali mengeksplorasi hal yang sama dalam "Taking Lives" (2004). Dalam film yang mengambil lokasi syuting di kawasan Quebec, Canada tersebut, D.J. Caruso juga menampilkan hal lain yang berkaitan dengan pembunuhan dan FBI yakni psikopat sebagai sosok antagonis. Kisah "Taking Lives" dibuka dengan sebuah peristiwa pembunuhan oleh seorang pemuda bernama Asher Martin (Paul Dano) yang terjadi di ST Jovite, Canada, 1983. Pembunuhan tersebut dilakukan Asher Martin tak lama setelah berkenalan dengan korbannya. Sejak peristiwa tersebut, Asher Martin menghilang. Kini, belasan tahun kemudian, beragam pembunuhan masih terjadi, tapi pembunuh sulit dilacak. Hal ini membuat pihak biro investigasi kepolisian Motreal, Canada pimpinan Leclair (Tcheky Karyo) yang berwenang melakukan penyelidikan minta bantuan dari FBI yang segera mengirimkan agen khususnya Illeana Scott (Angelina Jolie) untuk melacak alur berpikir sang pembunuh Illeana Scott tiba di Montreal tak lama setelah sebuah kasus pembunuhan terjadi. Menurut Leclair, pembunuhan tersebut dilakukan pembunuh yang sama. Untuk itu, Leclair mempertemukan Illeana Scott dengan Costa (Ethan Hawke), saksi yang mengaku sempat memergoki sang pembunuh sebelum kabur, setelah memperkenalkan Illeana dengan dua stafnya Paquette (Olivier Martinez) dan Duval (Jean-Hugues Anglade). Menurut Illeana, pembunuh adalah psikopat yang jago mengubah diri menjadi orang lain atau korbannya. Pembunuh tersebut merupakan "orang lama" yang terlibat dalam serangkaian pembunuhan. Salah satunya adalah pembunuhan di ST Jovite, Canada, 1983. Artinya, pelaku pembunuhan adalah Asher Martin yang saat ini sedang menyamar menjadi seseorang. Analisa Illeana mendapat dukungan Leclair dan mereka sepakat bahwa Costa yang berprofesi sebagai pialang barang seni di museum adalah calon korban Asher Martin. Dugaan mereka semakin menguat menyusul laporan porak porandanya ruang kerja Costa sehingga Leclair menggunakan Costa sebagai "umpan" untuk memancing kemunculan sang tersangka. Pancingan pertama dilakukan di sebuah pub dan tersangka tak muncul. Namun, saat Costa menggelar pameran, tersangka (Kiefer Sutherland) ternyata muncul. Tapi, Paquette dan Illeana gagal menangkapnya. Peristiwa tersebut membuat Leclair memutuskan untuk segera memindahkan Costa ke sebuah tempat yang lebih aman dan dikawal Duval. Perhatian kepolisian Montreal terhadap Costa rupanya semakin membuat intens pertemuan Costa dengan Illeana sehingga keduanya mulai menjalin kasih, sebuah hubungan yang sebenarnya ditabukan kalangan penyelidik karena bisa mengganggu obyektifitas. "Taking Lives" yang dihiasi beberapa lagu seperti "Bad" (U2) dan "Inertia Creeps" (Massive Attack) diangkat dari novel karya Michael Pye yang dikembangkan menjadi skenario oleh Jon Bokenkamp. Sepanjang cerita, "Taking Lives" menyuguhkan sebuah pertanyaan besar identitas siapa yang kini digunakan sang pembunuh berantai yang jago mengubah identitas diri menjadi orang lain atau bertingkah seperti korbannya ala Tom Ripley - karakter yang diperankan Matt Damon - dalam "The Talented Mr. Ripley" (1999). Saat identitas sang pembunuh terbongkar, "Taking Lives" tidak ingin menyudahi cerita, tapi, masih berupaya memberikan sebuah adegan klimaks dan ending yang mungkin berbeda dengan apa yang muncul dalam benak penonton
Posted by silentvoid0
at 8:28 AM EDT